linux adalah sistem operasi yang tampilan dan cara kerjanya mirip dengan so unix,,,, pada mulanya linux dibuat oleh wandhe maaf, maksud wandhe oleh linus torvald dari finlandia, yaitu sekitar pertengahan abad eh tahun 1991.
kemudian linus torvald menjadikan linux sebagai software open source,. sehingga linux dapat dipergunakan oleh siapa saja secara bebas,, atau secara cumu-cuma, selain ntu , setiap pengembangsoftware mendapat kebebasan memodifikasi dan mendistribusikan ulang linux berada di bawah licene GPL (General Public Licence)......
Dah tau belum varian atau distro linux sangat buanyak,, linux dapat dijumpai dalam berbagai distro yang telah di kembangkan oleh perusahaan komersial dan oleh komunitas pengguna linux,, kapan yuhh microsoft da yang gratis,,,,,!
beberapa distro linux yang populer di masyarakat


  • redhat

  • fedora core

  • open suse

  • debian

  • slackware

  • ubuntu

  • dan masih banyak lagi


...


gimana jelas ngga???
pembukaan

hallo sobat blogger semuanya,, posting kali ciliwung upppss maksudsaya kali ini,, wandhe bakalan ngejelasin secara singkat tentang topologi jaringan..

Topologi LAN adalah cara yang digunakan untuk menghubungkan station-station didalam jaringan lokal tersebut. ada 3 toplogi yang sering digunakan adalah




  1. topologi star.

    masing-masing workstation di hubungkan secar langsung ke server atau hub. keunggulan topologi ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server , maka bandwith atau lembar jalur komunikasi akan semakin lebar .sementara kelemahan dari topologi ini adalah kebutuhan akan kabel yan glebih banyak di bandingkan dengan topologi lain.


  2. topologi token ring.

    didalam topologi ini semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin, kelebihan dari topologi ini adalah tidak terjadinya COLLESION atau tabrakan pengiriman data, kelemahannya adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang di lewatkan jaringan .

  3. topologi bus

    digunakan sebuah kabel pusat atau tunggal dimana seluruh workstation dan server di hubungkan, keuntungan topologi ini adalah hemat kabel, layout kabel sederhana, sementara kerugian nya adalah deteksi dan isolasi sangat kecil,





assalamualaikum wr wb.. pada posting kali in wandhe akan kasih tau gimana cara konfigurasi file samba,, dah taukan apa itu samba??? kalo ngga tau ,, lanjut yuhh,, file SMB.CONF
berada di file /etc/samba/smb.conf.
File ini berisi konfigurasi utama dari server samab, karena terlalu lama kalo wandhe tampilkan isi default dari smb.conf ini.. untuk menjaga keamanan sebaiknya pasang satpam heheheh mksudnya kita backup dulu file smb.conf yang asli menjadi smb.conf.bak ,, agar suatu saat ada kesalaha atau gagal konfigurasi, maka dapat langsung di recover.. atau jika sobat semuanya padaa bingung,, mending pake yast aja,, gampang ko.. caranya,


  • buka yast ketikan perintah "YAST"

  • instal paket-paketnya,, diantaranya "samba,apache2,"

  • kemudian restart service nya "service network restart" . buka lagi yastnya

  • pilih menu network service langsung pilih "samba server". jika belum ada di network service berarti paket nya belum terinstal atau restart ulang.

  • setelah masuk ke samba server, akan mucul tampilan "samba instalation:step 1 of 2. dikit yuhh cuma 2,, tapi jangan salah.. kemudian next "ALT+N"

  • setelah nxt , muncul lagi tampilan "...step2 of 2" . wahkayanya dah selesai nich,, pilih "primari domain controoler kemudian next :ALT+N"

  • wah ternyata belum selesaiyuhh,, ok lanjutin lagi,, ,keluar tampilan "samba konfiguration". kamu pilih during boot. "ALT+I" jadi supaya pas bootin service nya langsung aktif senderi. kemudian finish dech ,,, yang konfigurasinya ja.. "ALT+F"

  • setelah next ,, jalankan service nya,, "service smb restart"

  • sekarang coba pake client,

  • cara teshnya ketikan "\\192.168.1.100" kalo ada file yang di server ada di client berarti konfigurasi sambanya selesai,, kalo gagal berarti anda ngga memperhatikan semuanya dari awal.. semangat terus




halooo. pengen tau gimana cara setting DHCP??? ok langsung aja yuhh..
saya disini pake linux opensue 10.3 ,,,, gampang ko... seteleh anda login,, oia login harus login root bukan user,,


  • pertama masuk ke yast,, ketik yast,, pilih "software management" ,, tekan di perut opsss, maksud saya di keybord.. "alt+s" , kemudian ketikan DHCP,, pilih paket-paket yang dibutuhkannya, dan jangan lupa pilih paket untuk konfigurasi di yast. "yast-dhcp" biasanya ada paling bawah..

  • kedua , kalo udah di instal paket-paket nya,, keluar dari YAST "alt+Q" .. sekarang restart komputer anda jangan atuh, maksud wandhe restart servicenya,, biasa ketikan "service network restart"

  • ketiga buka kembali YAST-nya,, kalo udah kebuka ,

  • pilih "NETWORK SERVICES" ,, terus ke "DHCP server",, jika ngga ada di menu "network services" berarti paket yast DHCP-nya buat konfigurasi di yast belum ke instal,, cek lagi ke "sofware -> software management.

  • udah di buka DHCP-nya akan keluar text seperti "DHCP SERVER WIZAD (1 OF 4): CARD SELECTION" .. pilih select.. ketikan "ALT+S" . -> "ALT+N"

  • keluar tampilan kedua "...(2 OF 4): Global Settings",,, isikan dibawah nya,, untuk DOMAIN NAME "ALT+D" itu nama domainnya ex(smafti.net) ,, terus Primary name servernya itu alamat ip server ex(192.168.1.100),, yang lainya ga usah lah.. kemudian NEXT "ALT+N"

  • keluar lagi tampilan "..."3 OF 4): Dynamic DHCP.. nah disinilah baru anda memasukan alamt ip-nya,, misalkan untuk FIRST IP ADDERSNYA 192.168.1.10 , dan LAST IP ADDRESNYA 192.168.1.50.. maksudnya , jika komputer client mengkonfigurasi pake DHCP , maka secara otomatis akan diberikan oleh server,, ip nya yang tadi dari 10-50,, ok paham,,, sampe sini belum selesai, next "ALT+N"

  • pilih when booting "ALT+W"

  • kemudian finish "ALT+F"

  • kemudia restart servicesnya "service network restart" ..gampang kan.. jika udah ,, coba di client,, settinga ip clientnya di DHCP in yuhhh,


sekian dan terima kasih,, jika ada problem lain di opensuse bisa hubungi di "wandherasya@yahoo.com" atau "langsung aja tanya ke yang bikin linux opensuse hehehe"
jika konfigurasi gagal , berarti anda ngga memperhatikan nya dari awal aku takpernah , percaya kata2 mu maaf.. tinggalkan jejak yuhhh...


to the point aja yuhhh

DHCP adalah penyambung lidah antara server dengan clientnyA, dan mengatur agar seting client akan meminta alamat ip masing-masing ke server dengan bebarapa aturan seperti halnya memperbolehkan client tertentu dengan MAC (Media Acces Control) addres tentnya yang memdapatkan ip dari server secara otomatis..

Cara Kerja

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.

* DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
* DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:

1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.

Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.

Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.

Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.



OK.. Pengaturan DNS sebaiknya ditentukan sesuai kebutuhan,, sebelum konfigurasi ada beberapa paket yang harus di instal.. saya konfigurasi di linux opensuse 10.3,, paket instalasi.
pertama" BIND , DNS , MC , MAN , LOCATE , IPUTILS , LYNX , " OK kayanya cukup buat konfigurasi dns.kita akan membuat domain smafti.net. konfigurasi sbb:


  • pertama masuk ke directory /etc,, edit file di /etc/named.conf,, cara editnya pake mcedit (mcedit named.conf)

  • setelah masuk ke file named.conf.. tambahkan 2 buah zone: tambahkan di bawah zone localhost







    zone "smafti.net" in {
    type master;
    file "smafti.net";
    };

    zone "1.168.192.in-addr.arpa" in {
    type master;
    file "1.168.168.in-addr.zone";
    };



  • setelah membuat zone tadi, masuk ke directory /var/lib/named,, bikin dua buah file , caranya kketik "touch smafti.net" dan touch "1.168.1.192.in-addr.zone" ,, nama file yang tadi di konfigurasi di named.conf harus sama..

  • sekarang tambahkan file didalamnya,, dengan perintah "mcedit smafti.net" ,, tambahkan sperti dibawah




    @ IN SOA smk.smafti.net. root.localhost. (
    2009900990999;serial
    28800;refresh
    7200;retry
    608400;expire
    86400;ttl
    )
    IN NS 192.168.1.100.

    IN A 192.168.1.100

    sesuaikan supaya rapih penempatannya... maaf baru belajar.. heheheh

  • kalo sudah menambahka n script nya,, sekarang bikin script lagi dengan perintah "mcedit 1.168.1.in-addr.zone" .... tambahkan script dibawah ini





  • @ IN SOA smk.smafti.net. root.smafti.net. (
    2009900990999;serial
    28800;refresh
    7200;retry
    608400;expire
    86400;ttl
    )
    IN NS smk.smafti.net.
    IN PTR smk.smafti.net.

    SMK adalah nama host, sementar SMAFTI.NET nama domainnya
  • seteleh konfigurasi di atas selesai,, resart namednya ketikan perintah "service named restart" .pastikan tidak ada tampilan eror harus ok atau done semua,,

  • setelah direstart ,, sekarang edit zone resolv.conf nya.. perintah ketikan "mcedit resolv.conf" ,,tambah kan




    name server 192.168.1.100
    search smafti.net


  • service named retart

  • lakukan percobaan dengan menggunakan web browser atau pake nslookup

  • "nslookup smk" (nama host)

  • "nslookup smk.smafti.net" (hostdomain)

  • nslookup 192.168.1.100 (no ip)

  • "host smk"

  • setelah sobat mengetikan perintah tsb,, pastikan tidak ada pesan eror,,

  • semoga berhasil okkkk

  • Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing),

    sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.

    2.Ethernet

    Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian. Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian. Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16….. 48 bit angka agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk menyetakan bilangan berbasis 16 seperti contoh di atas (00 40 05 61 20 e6), 3 angka didepan adalah kode perusahaan pembuat chip tersebut. Chip diatas dibuat oleh ANI Communications Inc. Contoh vendor terkenal bisa dilihat di Tabel 3, dan informasi lebih lengkap lainnya dapat diperoleh di http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html. Dengan berdasarkan address ehternet, maka setiap protokol komunikasi (TCP/IP, IPX, AppleTalk, dll.) berusaha memanfaatkan untuk informasi masing-masing host komputer dijaringan.